<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Live use Islam Rule, Die as Syuhada</title>
	<atom:link href="http://ppkiatarakan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ppkiatarakan.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Sep 2008 09:47:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ppkiatarakan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Live use Islam Rule, Die as Syuhada</title>
		<link>http://ppkiatarakan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ppkiatarakan.wordpress.com/osd.xml" title="Live use Islam Rule, Die as Syuhada" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ppkiatarakan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kebijakan yang Timpang</title>
		<link>http://ppkiatarakan.wordpress.com/2008/09/23/kebijakan-yang-timpang/</link>
		<comments>http://ppkiatarakan.wordpress.com/2008/09/23/kebijakan-yang-timpang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 09:45:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppkiatarakan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[adil]]></category>
		<category><![CDATA[bijaksana]]></category>
		<category><![CDATA[konseptor]]></category>
		<category><![CDATA[over]]></category>
		<category><![CDATA[pilih kasih]]></category>
		<category><![CDATA[timpang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppkiatarakan.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Pemimpin kelompok adalah individu yang memiliki kepribadian yang unggul, baik itu ditinjau dari kemampuan sebagai seorang konseptor, prediktor, maupun sebagai seorang decision maker. Sebagai seorang konseptor, seorang pemimpin mampu merangkai berbagai aktivitas dalam wujud bagan pemahaman yang terstruktur, tidak terjadi tumpang tindih antara satu aktivitas dengan aktivitas lainnya sehingga pada proses implementasi tidak terjadi gesekan-gesekan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppkiatarakan.wordpress.com&amp;blog=4507136&amp;post=44&amp;subd=ppkiatarakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pemimpin kelompok adalah individu yang memiliki kepribadian yang unggul, baik itu ditinjau dari kemampuan sebagai seorang konseptor, prediktor, maupun sebagai seorang decision maker.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai seorang konseptor, seorang pemimpin mampu merangkai berbagai aktivitas dalam wujud bagan pemahaman yang terstruktur, tidak terjadi tumpang tindih antara satu aktivitas dengan aktivitas lainnya sehingga pada proses implementasi tidak terjadi gesekan-gesekan wewenang para praktisi terkait yang memicu konflik internal. Dalam konteks pelaksanaan instruksi, anggota kelompok tidak menggunakan alokasi waktu, cost, tenaga dan pemikiran untuk memahami konsep aktivitas yang unclear sight. Pemimpin yang memiliki kemampuan prediktor dapat melihat manfaat yang dapat diperoleh oleh kelompok yang terselip dari peristiwa yang terjadi di sekelilingnya. Manakala orang lain menyikapi sebuah kasus dengan pemahaman yang kaku, di sisi lain, seorang pemimpin yang prediktor dengan fleksibel melihat peluang berupa solusi jenius menjawab akan penyelesaian kasus tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Disamping itu, pemimpin yang prediktor juga mampu membaca gejala-gejala lingkungan, perilaku anggota kelompok, dan dampak perilaku-perilaku tersebut terhadap lingkungan sehingga mampu mengatasi persoalan-persoalan unprediktif yang muncul dalam kelompok dengan kebijakan yang nilai akurasinya tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang decision maker yang bijaksana punya korelasi yang kuat dengan kemampuan prediktor dan konseptor. Tekanan internal dan eksternal kelompok mempengaruhi kualitas sebuah keputusan yang dibuat oleh pemimpin selaku decision maker. Pemimpin yang mampu memprediksi tendensi-tendensi kepentingan pribadi pihak yang terusik oleh keputusan yang dibuat akan tetap komitmen pada statement yang tidak memihak. Orientasi keadilan menjadi prioritas utama ketika akan menerapkan sebuah kebijakan. Sebuah kebijakan yang unfear mengandung potensi konflik internal kelompok, kecemburuan sosial, dan menurunnya tingkat loyalitas anggota kelompok lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebijakan yang timpang terjadi karena pemimpin yang melakukannya tidak memiliki kemampuan layaknya seorang pemimpin yang ideal, seorang pemimpin yang tidak memiliki nilai bobot kepemimpinan, seorang pemimpin yang menggadai wibawanya dengan popularitas sebagai seorang pemimpin yang pada akhinya mendorongnya melakukan hal yang tidak patut oleh seorang pigure pemimpin yang mengusung kepentingan organisasi, instansi, departement atau kelompok yang dipimpinnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppkiatarakan.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppkiatarakan.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppkiatarakan.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppkiatarakan.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppkiatarakan.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppkiatarakan.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppkiatarakan.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppkiatarakan.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppkiatarakan.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppkiatarakan.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppkiatarakan.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppkiatarakan.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppkiatarakan.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppkiatarakan.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppkiatarakan.wordpress.com&amp;blog=4507136&amp;post=44&amp;subd=ppkiatarakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppkiatarakan.wordpress.com/2008/09/23/kebijakan-yang-timpang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c24bc008def4167f844c4c9d524f277a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ppkiatarakan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BLM, BEM dan UKM STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati Tarakan</title>
		<link>http://ppkiatarakan.wordpress.com/2008/09/20/blm-bem-dan-ukm-stmik-ppkia-tarakanita-rahmawati-tarakan/</link>
		<comments>http://ppkiatarakan.wordpress.com/2008/09/20/blm-bem-dan-ukm-stmik-ppkia-tarakanita-rahmawati-tarakan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 09:38:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppkiatarakan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[BEM]]></category>
		<category><![CDATA[BLM]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[Sepak Terjang]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppkiatarakan.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[BLM (Badan Legislatif Mahasiswa) berdiri pada tahun 2003. Berdirinya BLM berakar dari sebuah wacana yang dihembus oleh seorang aktivis mahasiswa, yang juga merupakan seorang kader HmI, yang baru dibait di kediaman bung Ferry (kader senior HmI), barat laut lapangan bola Meteo Karang Anyar, Tarakan Kalimantan Timur. Abu Bakar bersama seorang rekannya yang juga merupakan kader [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppkiatarakan.wordpress.com&amp;blog=4507136&amp;post=40&amp;subd=ppkiatarakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">BLM (Badan Legislatif Mahasiswa) berdiri pada tahun 2003. Berdirinya BLM berakar dari sebuah wacana yang dihembus oleh seorang aktivis mahasiswa, yang juga merupakan seorang kader HmI, yang baru dibait di kediaman bung Ferry (kader senior HmI), barat laut lapangan bola Meteo Karang Anyar, Tarakan Kalimantan Timur.</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Bakar bersama seorang rekannya yang juga merupakan kader HmI, Fitriansyah Ahmad mengangkat wacana pembentukan BLM ke forum, tepatnya forum tersebut diselenggarakan di Kampus Biru AMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati Tarakan, lantai 2 ruang kelas A, jam kedua perkuliahan malam, dengan lokasi Kampus Biru saat itu berada di jalan Jenderal Sudiman Tarakan, Kalimantan Timur. Forum tersebut dihadiri oleh beberapa orang mahasiswa AMIK PPKIA, diantaranya Sahrul, Jufri, Mansur, Yudi Rahmat, Bambang, Rizal, dan lain-lain. Di dalam forum tersebut dibahas persoalan eksistensi BEM yang telah mengkhianati aturan-aturan organisasi yang tertuang di dalam AD/ART(Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga) yang telah disepakati dalam MUBES(Musyawarah Besar AMIK PPKIA).</p>
<p style="text-align:justify;">BEM pada saat itu, seluruh sepak terjang dan aktivitasnya terpasung oleh keterbatasan pengetahuan para praktisi BEM akan fungsi terbesar organisasi mahasiswa tersebut. Atmosfir pergerakan mahasiswa yang terhimpun di dalam tubuh BEM mengkristal, terkontaminasi oleh dominasi tendensi popularitas, egois, public lie, dan over idealis. Image BEM hanya sekedar formalitas yang kebesaran namanya sekedar tumpang tenar manakala UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) konsekuen dengan program-program kerjanya.</p>
<p style="text-align:justify;">ROHIS Salam AMIK dengan fungsinya sebagai organisasi Islam kampus, aktif dengan kegiatan keIslaman. KBMK PPKIA, organisasi mahasisma Kristen, rutin membimbing jama&#8217;ahnya. Serta UKM-UKM lainnya yang juga tetap konsisten pada aktivitas yang masih dalam koridor kebijakan UKMnya masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;">Upaya untuk melakukan sebuah perubahanpun merupakan embrio pemikiran yang menjadi titik awal pergerakan para peserta forum untuk mengembalikan kemurnian pergerakan mahasiswa yang fungsi utamanya sebagai agent of change, kontrol sosial, dan secara sadar dan murni mengemban kembali Three Dharma Perguruan Tinggi, sebagai acuan dan roh pergerakan.<br />
Namun sejarah perjuangan BLM ternyata belum menemui titik aman seperti yang diharapkan, sebab sindrom popularitas kembali menjangkiti tubuh BEM, dan parahnya sudah merembet pada BLM selaku pemilik controling power. Idealisme hanya sekedar slogan, komitmen yang hanya sebatas ucapan, tidak punya keberanian untuk mengaplikasikannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah potret kehidupan berorganisasi yang setengah-tengah dan terlalu cepat mengklaim batas akhir perjuangan. Banyak hal-hal penting yang membutuhkan peranan mahasiswa dalam hal ini BLM dan BEM sebagai pelopor perubahan, luput dan menguap bersama dengan cuap-cuap idealisme dan fanatisme UKM. BLM hanya bisa menghakimi miskinnya BEM akan kegiatan bernapaskan pergerakan yang mengusung kepentingan rakyat dalam hal ini masyarakat kota Tarakan, tanpa solusi kongkret berupa konsep pergerakan yang sistematis dan prosedural. BEM yang hilang kendali mengatasi konflik UKM yang tidak ada habis-habisnya sehingga upaya BEM mengintegrasikan program-program kerja antar UKM hanya sebatas konsep diatas kertas tanpa aplikasi. Kebijakan-kebijakan BEM yang memicu konflik internal, diantaranya kebijakan yang berkaitan dengan pembagian pos sekretariat yang hanya memihak pada UKM tertentu. UKM dengan kapasitasnya masing-masing arogan, mencela UKM yang lain, bangga dengan semua program-program kerja dan prestasi yang telah diraih, yang apabila dilihat dengan kacamata aktivitas dan pergerakan mahasiswa dari Perguruan Tinggi prestesius lain yang ada di Indonesia, tidak lebih dari sebuah pergerakan yang berasal dari aktivis-aktivis pemula yang terburu-buru mengklaim diri sebagai pengusung idealisme sejati.</p>
<p style="text-align:justify;">BLM adalah wadah pergerakan yang sarat dengan potensi pemimpin-pemimpin bangsa yang berbakat jangan terkontaminasi dengan sindrome popularitas sehingga mempengaruhi kemampuan konseptor yang dapat mengintegrasikan potensi BEM yang memiliki performance kepemimpinan yang masih perlu diasah dengan beragam wacana pergerakan dengan kompasnya Three Dharma Perguruan Tinggi dan misinya sebagai kontrol sosial, baik itu berkaitan dengan kepentingan rakyat sipil maupun sepak terjang pejabat pemerintah, dengan ragam UKM yang memiliki lini pergerakan sesuai dengan bidangnya masing-masing. UKM merupakan pioner pergerakan dengan wacana yang berbeda-beda, kelak mewarnai dan menambah kualitas pergerakan mahasiswa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppkiatarakan.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppkiatarakan.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppkiatarakan.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppkiatarakan.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppkiatarakan.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppkiatarakan.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppkiatarakan.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppkiatarakan.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppkiatarakan.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppkiatarakan.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppkiatarakan.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppkiatarakan.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppkiatarakan.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppkiatarakan.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppkiatarakan.wordpress.com&amp;blog=4507136&amp;post=40&amp;subd=ppkiatarakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppkiatarakan.wordpress.com/2008/09/20/blm-bem-dan-ukm-stmik-ppkia-tarakanita-rahmawati-tarakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c24bc008def4167f844c4c9d524f277a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ppkiatarakan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tatkala Menteri Menghalangi Shalat Tepat Waktu</title>
		<link>http://ppkiatarakan.wordpress.com/2008/09/15/tatkala-menteri-menghalangi-shalat-tepat-waktu/</link>
		<comments>http://ppkiatarakan.wordpress.com/2008/09/15/tatkala-menteri-menghalangi-shalat-tepat-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 03:37:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppkiatarakan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[cermin]]></category>
		<category><![CDATA[majelis]]></category>
		<category><![CDATA[potret]]></category>
		<category><![CDATA[publik]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppkiatarakan.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Ramadhan, 12 September 2008. Salah satu Masjid yang berada di kota Tarakan mendapat kunjungan langsung oleh salah seorang menteri kabinet SBY. Sebuah kehormatan yang memberi efek pada image, dan eksistensi disamping meroketnya pamor masjid tersebut dimata masyarakat Tarakan. Sebuah gambaran yang mengindikasikan bahwa bangsa ini tidak hanya didominasi oleh pemimpin-pemimpin yang anti masjid, anti da’wah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppkiatarakan.wordpress.com&amp;blog=4507136&amp;post=36&amp;subd=ppkiatarakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-weight:bold;">Ramadhan, 12 September 2008</span>. Salah satu Masjid yang berada di kota Tarakan mendapat kunjungan langsung oleh salah seorang menteri kabinet SBY. Sebuah kehormatan yang memberi efek pada image, dan eksistensi disamping meroketnya pamor masjid tersebut dimata masyarakat Tarakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah gambaran yang mengindikasikan bahwa bangsa ini tidak hanya didominasi oleh pemimpin-pemimpin yang anti masjid, anti da’wah, peduli ibadahnya rendah, bobot akhlak bertopeng jabatan, koruptor, fact manipulator dan lain sebagainya. Terbukti dengan hadirnya salah seorang menteri kabinet SBY tersebut ditengah-tengah masyarakat kemarin malam bersama jama’ah selain shalat Isya yang dilanjutkan dengan shalat sunnat Taraweh juga mengusung misi da’wah yang bersih penuh ketulusan tanpa pamrih sedikitpun. Sebuah potret kehidupan sosok seorang pemimpin sejati yang bisa di jadikan cermin buat para pemimpin bangsa yang memiliki tujuan yang sama, membangun Indonesia menjadi negara yang disegani, berwibawa dan tidak ada ketergantungan pada hutang luar negeri tetapi negara merdeka yang mandiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun kedatangan menteri tersebut, dalam proses penyambutannya terkesan meng-kultus pengaruh yang dimiliki manusia. Memang benar Islam mengajarkan untuk menghormati tamu, tetapi dalam konteks kunjungan menteri ini, akan sangat menyimpang sekali bila pemahaman menghormati tamu dijadikan legalitas untuk berlebih-lebihan dalam proses penyambutannya. Sebab Rasulullah SAW mengajarkan kepada para sahabatnya agar tidak perlu berdiri ketika Rasulullah SAW datang yang ketika itu para sahabat sedang melakukan kajian agama.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah SAW sangat memahami standart menghormati tamu. Kenapa justru umatnya yang notabene masih harus banyak belajar ini justru menyalahi ajaran beliau. Apakah keterangan Rasulullah SAW tidak begitu jelas sehingga harus diperjelas dengan sebuah pemahaman yang menurut penulis adalah sebuah tindakan pembodohan publik terhadap jama&#8217;ah dalam hal ini umat Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedatangan menteri menghalangi pelaksanaan shalat tepat waktu adalah hal yang tidak bisa ditolerir, berdiri ketika Rasulullah SAW tiba disebuah majelis pengajian sangat tidak dianjurkan oleh beliau apatah lagi sampai menunda pelaksanaan shalat tepat waktu.</p>
<p style="text-align:justify;">Adzan tidak mewakili shalat tepat waktu, sebab definisi adzan jauh berbeda dengan makna tegaknya shalat. Interpretasi yang sumbang bila sikap mengkultus sudah menjangkiti pemahaman umat Islam. Beberapa abad yang lalu Rasulullah SAW sudah menjelaskannya secara gamblang kepada umatnya bahwa jangan berlebih-lebihan terhadap beliau dengan pernyataan bahwa beliau adalah seperti layaknya manusia biasa, terlihat dari jumlah &#8220;ISTIGHFAR&#8221; yang beliau lafadzkan 100x/hari. apatah lagi hanya seorang menteri, apa kapasitasnya dibanding Rasulullah SAW sehingga shalat harus ditunda?</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam beribadah kepada Allah pangkat dan jabatan tidak akan menggambarkan status seseorang disisi Allah SWT, sebab hal itu tidak pernah direkomendasikan oleh AlQur&#8217;an. Dekat atau jauhnya seseorang hamba kepada Allah SWT itu tergantung dari besar kecilnya tingkat taqwa. Sudah selayaknya umat Islam menghormati seseorang hanya berorientasi ketaqwaan. Bila masih mengacu pada status dan pengarus jabatan seseorang, maka selamanya penegakkan syari&#8217;at Islam tidak akan sempurna.</p>
<p style="text-align:justify;">Terhambatnya penegakkan syari&#8217;at Islam secara sempurna disebabkan oleh tingkat prioritas pemahaman antara perintah syari&#8217;at dan budaya bangsa Indonesia yang telah terlanjur tercemar oleh pemikiran dan paham penjajah. Sepenting apapun seseorang, setinggi apapun jabatannya seseorang, semulia apapun seseorang, Rasulullah SAW tidak pernah menganjurkan kepada umat Islam untuk berdiri menyambut kedatangannya, apalagi sampai menunda pelaksanaan shalat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita marah ketika syari&#8217;at Islam dilecehkan oleh bangsa dan negara yang notabene memusuhi Islam. Namun tanpa kita sadari justru kita sendiri telah menginjak-injak syari&#8217;at itu. Ketika pemahaman kita salah, jangan sekali-kali memaksa pemahaman tersebut kepada saudara-saudara yang lain. Disamping didorong oleh sikap arogan, pengaruh kita sebagai pemimpin memaksakan kehendak adalah sebuah tindakan yang kurang bijaksana.</p>
<p style="text-align:justify;">Mari sama-sama kita bersihkan diri dari infeksi faham budaya barat yang sangat kontras perbedaannya dengan ajaran Islam yang notabene sarat dengan Akhlaqul Karimah. Menghormati orang lain secara proporsional agar syari&#8217;at Islam segera dapat ditegakkan menggantikan pola pandang kita, pola pikir kita, pola pemahaman kita. Tolak semua ajaran yang berseberangan dengan ajaran Islam, sebab pasti tidak akan pernah sempurna. Islam adalah penyempurna ajaran-ajaran sebelumnya, Yahudi, Nashrani, Ahmadiyah, Lia Eden, dan ajaran-ajaran sesat lainnya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ppkiatarakan.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ppkiatarakan.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppkiatarakan.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppkiatarakan.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppkiatarakan.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppkiatarakan.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppkiatarakan.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppkiatarakan.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppkiatarakan.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppkiatarakan.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppkiatarakan.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppkiatarakan.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppkiatarakan.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppkiatarakan.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppkiatarakan.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppkiatarakan.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppkiatarakan.wordpress.com&amp;blog=4507136&amp;post=36&amp;subd=ppkiatarakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppkiatarakan.wordpress.com/2008/09/15/tatkala-menteri-menghalangi-shalat-tepat-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c24bc008def4167f844c4c9d524f277a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ppkiatarakan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kasih Sayang Berbuah Durhaka</title>
		<link>http://ppkiatarakan.wordpress.com/2008/08/29/kasih-sayang-berbuah-durhaka/</link>
		<comments>http://ppkiatarakan.wordpress.com/2008/08/29/kasih-sayang-berbuah-durhaka/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 01:21:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppkiatarakan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[durhaka]]></category>
		<category><![CDATA[frontal]]></category>
		<category><![CDATA[jiwa labil]]></category>
		<category><![CDATA[kasih sayang]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[pilih kasih]]></category>
		<category><![CDATA[tidak seimbang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppkiatarakan.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Memberi kasih sayang adalah fitrah yang lahir dari setiap insan sebagai refleksi tanggung-jawab dan upaya melindungi keturunannya. Hidup tanpa kasih sayang bak ruang hampa udara, badan tanpa jiwa, roda kehidupan berputar tak bermakna. Tatkala kepekaan sosial dalam kondisi memprihatinkan menunjukan indikasi kehidupan yang bergulir tanpa mengenal arti kasih sayang. Status selaku makhluk sosial hanya legitimatif [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppkiatarakan.wordpress.com&amp;blog=4507136&amp;post=29&amp;subd=ppkiatarakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Memberi kasih sayang adalah fitrah yang lahir dari setiap insan sebagai refleksi tanggung-jawab dan upaya melindungi keturunannya. Hidup tanpa kasih sayang bak ruang hampa udara, badan tanpa jiwa, roda kehidupan berputar tak bermakna. Tatkala kepekaan sosial dalam kondisi memprihatinkan menunjukan indikasi kehidupan yang <span> </span>bergulir tanpa mengenal arti kasih sayang. Status selaku makhluk sosial hanya legitimatif ketika kondisi kemasyarakatan tidak memiliki alternatif yang lain selain individu tersebut untuk berperan di dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Kasih sayang yang berlebihan melebihi standart kasih sayang itu sendiri kelak memicu kecemburuan sosial diantara para penerima kasih sayang tersebut. Betapapun upaya yang dilakukan untuk memenuhi standart adil dalam memberi kasih sayang tersebut, namun defenisi keadilan dari masing-masing individu punya asumsi yang berbeda, sehingga membentuk tembok pemisah yang bila tidak disiasati dengan cerdas akan menjadi potensi pemicu konflik intern keluarga yang tidak menutup kemungkinan merembet pada pembentukan watak negatif ketika bergaul dengan kehidupan masyarakat yang lebih luas. Rasa kasih yang berlebihan memberi dampak yang positif bagi perkembangan jiwa sang anak, namun perlu diwaspadai juga akan dampak negatif yang akan diperoleh oleh sang anak. Sikap manja, rasa ketergantungan yang besar, sikap kurang mandiri bahkan sikap mendramatisir keadaan yang tidak proporsional kelak akan membentuk kepibadian yang tidak pantas untuk direkomendasikan ketika lingkungan membutuhkan figure seorang pemimpin, figure suami bagi seorang istri yang mendambakan pelindung, pembimbing, pengayom, figure seorang istri shalehah bagi seorang suami yang membutuhkan penyejuk hati, mendidik anak-anak, mengatur rumah tangga, serta figure ayah bagi seorang anak yang membutuhkan teladan terbaik, idola dan pahlawan serta pendidik yang komitmen membina keluarga sakinah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tatkala seleksi alam menyerap potensi pemimpin yang bertanggung jawab, kekuatan kasih sayang tidak banyak memberi bantuan pada reputasi sang anak sebab dominasi sikap manja dan porsi ketergantungan pada orang lain sangat tinggi membentengi terbentuknya kepribadian yang berorientasi kemandirian dalam usaha, kematangan dalam emosional, mantap dalam proses pengambilan keputusan dan tegar menghadapi problema hidup serta komitmen pada kebijakan-kebijakan yang telah dibuat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Seiring berjalannya waktu kehidupan pada rel keseimbangan alam, perbendaharaan kasih sayang mulai berkurang, sang anak mulai merasakan perubahan kasih yang memberi efek pada berkurangnya perhatian orang tua pada anak, memberi implikasi pada jiwa sang anak yang adiktif pada kasih sayang yang tidak semestinya, melahirkan sikap berontak dan muncul perasaan <em>unsafety</em> dari sang anak, puncaknya menghalalkan segala cara untuk memenuhi kembali kebutuhan perhatian dan kasih sayang karena kondisi mental tidak seperti yang semestinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Harapan pemberi kasih sayang jauh dari sasaran  yang diinginkan. Kebaikan yang diharapkan berujung dengan kedurhakaan yng berakar dari ketidakpuasan sang anak dalam memenuhi kebutuhan bathin akan kasih sayang tidak seperti yang diharapkannya. Muncul prasangka dari sang anak yang mengklaim kasih sayang yang selama ini yang dia peroleh akan beralih ke orang  lain, suatu hal kecil yang kadang luput bahkan dianggap remeh oleh para orang tua yang memang sudah bingung mewujudkan kasih sayangnya setelah mem-porsir-nya ketika sang anak belum terlalu membutuhkannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tatkala sang anak kecewa bersamaan dengan jiwanya yang labil, dilain pihak para orang tua sudah merasa cukup memberi perhatian dan kasih sayangnya, pengaruh lingkungan adalah alternatif jawaban bagi sang anak. Ketika pengaruh lingkungan itu bermuatan positif maka jiwa labil sang anak akan kembali pada fitrahnya, namun bila sebaliknya, jiwa labil sang anak akan berubah menjadi watak frontal, pribadi yang bringas, kehilangan kendali diri, kepedulian sosialnya hilang, tanggung jawab moralnya tidak ada, bahkan keselamatan dirinya sekalipun, luput dari perhatiannya. semua itu terjadi sebagai wujud sikap protes dan mencari-cari perhatian untuk memperoleh kembali porsi kasih sayang yang kian hari kian berkurang.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ppkiatarakan.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ppkiatarakan.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppkiatarakan.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppkiatarakan.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppkiatarakan.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppkiatarakan.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppkiatarakan.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppkiatarakan.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppkiatarakan.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppkiatarakan.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppkiatarakan.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppkiatarakan.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppkiatarakan.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppkiatarakan.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppkiatarakan.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppkiatarakan.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppkiatarakan.wordpress.com&amp;blog=4507136&amp;post=29&amp;subd=ppkiatarakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppkiatarakan.wordpress.com/2008/08/29/kasih-sayang-berbuah-durhaka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c24bc008def4167f844c4c9d524f277a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ppkiatarakan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Komitmen Bersama diKhianati</title>
		<link>http://ppkiatarakan.wordpress.com/2008/08/28/ketika-komitmen-bersama-dikhianati/</link>
		<comments>http://ppkiatarakan.wordpress.com/2008/08/28/ketika-komitmen-bersama-dikhianati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 04:12:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppkiatarakan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kasus & Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Khianat]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppkiatarakan.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Senin, 25 Agustus 2008 adalah hari dan tanggal yang patut direkam dalam pita sejarah STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati Tarakan. Sebuah kejadian yang cukup memalukan bila ditinjau dari masalah yang menjadi persoalan konflik antara Wakil Ketua III, Ketua Panitia Remidiasi, dan beberapa orang yang mengaku aktivis yang tergabung dalam organisasi pencinta alam STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppkiatarakan.wordpress.com&amp;blog=4507136&amp;post=13&amp;subd=ppkiatarakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Senin, 25 Agustus 2008</strong> adalah hari dan tanggal yang patut direkam dalam pita sejarah STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati Tarakan. Sebuah kejadian yang cukup memalukan bila ditinjau dari masalah yang menjadi persoalan konflik antara Wakil Ketua III, Ketua Panitia Remidiasi, dan beberapa orang yang mengaku aktivis yang tergabung dalam organisasi pencinta alam STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati Tarakan. Konflik yang sebenarnya tidak akan terjadi bila pihak pemicu konflik mau bersikap lebih dewasa. Menurut data yang penulis peroleh permasalahan yang menjadi alasan bagi pemicu konflik untuk meng-<em>complain </em>permasalahan tersebut kepada Wakil Ketua III STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati adalah proses pemecatan anggota panitia Remidiasi yang berasal dari UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) MAPALA STMIK PPKIA Tarakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Berawal dari sebuah kesepakatan bersama serta sangsi yang dikenakan bila terjadi pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut, hal ideal yang patut dan sewajarnya ketika mengawali sebuah kegiatan yang kalau tidak ingin dikatakan sebagai kegiatan <em>unprocedure. </em>Sebuah niat dan upaya yang bermuatan positif dan tindakan yang bernilai mendidik serta melatih siapapun yang terlibat dalam struktur kegiatan tersebut bergerak secara sistematis dan terencana. Skill kepemimpinan tampak nyata memberi kontribusi besar bila apa yang menjadi target kegiatan terealisasi sesuai dengan apa yang telah tertuang dalam draft program-program kerja. Disamping kemampuan me-<em>manage</em> individu-individu yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut agar terbina integrasi kinerja yang solid.</p>
<p style="text-align:justify;">Secara teori, senioritas tidak mempunyai legitimasi untuk mendikte, sekalipun ditinjau dari sisi struktural keorganisasian, dalam kondisi tertentu hal tersebut diperbolehkan. Hal tersebut tidak perlu terjadi bila proses pembelajaran dan pembentukan kader penerus pemegang tongkat estafet masih mencoba menerapkan embrio pemikiran yang lahir dari ide sebuah perubahan. Saling mempercayai dan upaya memberi peluang kepada orang lain adalah kebijaksanaan yang hanya lahir dari sosok seorang pemimpin sejati, bukan dari seorang aktivis yang berorientasi pada popularitas.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika keterlibatan seseorang dalam suatu organisasi berorientasi pada intonasi popularitas, dapat diprediksi perubahan yang terjadi jauh lebih lamban, bahkan kader-kader yang unrepresentatif menjadi produk organisasi yang mendominasi perjalanan karir dan mewarnai pergerakan organisasi tersebut. Lahir kader-kader asbun, berteriak lantang namun tak ada muatan bobotnya, kritikus-kritikus yang salah alamat, salah kaprah memvonis tanpa dasar dan tidak adanya kajian mendalam ketika mengkritik sebuah kebijakan yang sedikitpun tak patut dikritisi. Kader yang menepuk air, lantas yang basah justru wajah sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Harga sebuah komitmen bersama, sama sakralnya dengan sebuah kebenaran hakiki yang patut dijaga, bukan justru mencemarinya dengan upaya mencari popularitas dan kepentingan pribadi. Ketika kepentingan pribadi dan mencari kekuasaan menjadi motif sebuah pergerakan, maka ukuran dan bobot perjuangannya tidak layak untuk mengganti harga diri yang harus dikorbankan dan dapat disetarakan dengan harga botol bekas di meja jual para pemulung.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mencari pengkhianat komitmen bersama penulis tidak punya hak untuk mengatakannya disini, sebab yang dapat melakukan itu adalah nurani bersih yang cinta pada kejujuran lubuk hati.</p>
<p style="text-align:justify;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ppkiatarakan.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ppkiatarakan.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppkiatarakan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppkiatarakan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppkiatarakan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppkiatarakan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppkiatarakan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppkiatarakan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppkiatarakan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppkiatarakan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppkiatarakan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppkiatarakan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppkiatarakan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppkiatarakan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppkiatarakan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppkiatarakan.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppkiatarakan.wordpress.com&amp;blog=4507136&amp;post=13&amp;subd=ppkiatarakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppkiatarakan.wordpress.com/2008/08/28/ketika-komitmen-bersama-dikhianati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c24bc008def4167f844c4c9d524f277a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ppkiatarakan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ta&#8217;aruf versus Pacaran</title>
		<link>http://ppkiatarakan.wordpress.com/2008/08/14/hello-world/</link>
		<comments>http://ppkiatarakan.wordpress.com/2008/08/14/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 11:26:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppkiatarakan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[larangan]]></category>
		<category><![CDATA[legalisai]]></category>
		<category><![CDATA[maksiat]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[syari'at]]></category>
		<category><![CDATA[ta'aruf]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Cinta adalah anugerah terbesar yang diberikan kepada kita dari Sang pemilik cinta menjadi bekal untuk menghias dunia ini dengan keindahan kasih sayang. Mencintai sesama hal terindah yang pernah tersusun dalam skenario hidup. Sebuah skenario tertata apik, tak tersentuh dengan kecacatan alur cerita sebuah hasil karya yang berasal dari yang Maha Sempurna. Cinta yang terpendam adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppkiatarakan.wordpress.com&amp;blog=4507136&amp;post=1&amp;subd=ppkiatarakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Cinta adalah anugerah terbesar yang diberikan kepada kita dari Sang pemilik cinta menjadi bekal untuk menghias dunia ini dengan keindahan kasih sayang. Mencintai sesama hal terindah yang pernah tersusun dalam skenario hidup. Sebuah skenario tertata apik, tak tersentuh dengan kecacatan alur cerita sebuah hasil karya yang berasal dari yang Maha Sempurna.</p>
<p style="text-align:justify;">Cinta yang terpendam adalah sebuah kesalahan dalam memahami tujuan cinta itu diciptakan, melampiaskan cinta tanpa aturan adalah kebodohan terbesar dalam memahami fungsi cinta.</p>
<p style="text-align:justify;">Pacaran adalah hal terindah yang pernah terjadi menjelang memasuki usia remaja. Sebuah status yang setiap remaja bangga bila menyandangnya. Saling memberi perhatian, membantu pasangan bila membutuhkan pertolongan, merayakan hari ulang tahun masing-masing pasangan, memberi kado pada tanggal 14 februari tatkala perayaan hari valentine, jalan bareng bila ada perayaan-perayaan yang sifatnya public party, nongkrong ditempat-tempat rekreasi, pantai, gunung, tak terkecuali daerah yang tak terjangkau oleh keramaian adalah tempat terfavorit bagi remaja pacaran. Pacaran menjadi alasan terbesar dalam status menjajaki watak dan kepribadian pasangan  disamping upaya pendekatan dengan keluarga pasangan untuk melegalkan hubungan. Pacaran juga dijadikan ajang untuk menghindari rasa sepi bila sendirian, berbagi cerita, suka dan duka, sampai menyusun rencana masa depan, pacar adalah solusi termurah dibanding harus menyewa konsultan. Sebuah definisi pacaran yang melegalkan istilah <strong>pacaran</strong> dibanding <strong>ta&#8217;aruf</strong> yang ditawarkan oleh Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Ta&#8217;aruf layaknya sebuah ritual kaku dalam upaya mengenal pasangan, pertemuan yang lebih mirip dengan dengan konferensi, suasana yang kental dengan aturan yang mengekang kebebasan mengenal pasangan, sangat kontras perbedaannya dengan pacaran. Etika berbicara, menatap, tersenyum, tertawa semuanya tak sebebas seperti yang ditawarkan oleh pacaran. Tak pernah ada kata berdua-duaan, sebab tak pernah akan ada cela bagi iblis yang diberikan ketika ta&#8217;aruf menjadi prioritas dalam mencari pasangan menjalin cinta.</p>
<p style="text-align:justify;">Ta&#8217;aruf adalah sebuah prosedur yang terhitung &#8216;njelimet&#8217; menurut ukuran yang pro dengan istilah pacaran, terutama dalam implementasinya. Banyak aturan-aturan ta&#8217;aruf yang sifatnya mengekang dalam proses mengenal pasangan bahkan menurut sebagian para remaja yang sempat penulis interview, 95% menyatakan bahwa aturan-aturan Ta&#8217;aruf mustahil bisa diterapkan dan mereka meragukan hasil yang akan diperoleh ketika aturan tersebut diterapkan. Sebuah pemahaman yang lahir dari pemikiran yang terkontaminasi dengan paham serba instan dan terburu-buru dalam mem-vonis serta terlalu cepat meng-klaim tanpa mau mencoba membuktikan, lantaran besarnya kekuatan nafsu sehingga meng-kaburkan kejernihan berfikir disamping sikap arogansi untuk menerima kebenaran atas defenisi dalam menjalin hubungan seperti yang dikandung dalam istilah ta&#8217;aruf dan pasti sedikitpun tidak pernah relevan ketika makna tersebut dikaitkan dengan istilah pacaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Menerima kebenaran memang tidak semudah ketika kita menyatakan dengan lisan semata sebab dibutuhkan keberanian yang cukup besar untuk melakukan hal itu, sebab resiko yang akan didapat. Cemohan, ejekan, ter-marjinal-kan dari pergaulan bahkan tidak jarang ada yang harus menebusnya dengan nyawa.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ppkiatarakan.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ppkiatarakan.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppkiatarakan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppkiatarakan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppkiatarakan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppkiatarakan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ppkiatarakan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ppkiatarakan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ppkiatarakan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ppkiatarakan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppkiatarakan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppkiatarakan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppkiatarakan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppkiatarakan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppkiatarakan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppkiatarakan.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppkiatarakan.wordpress.com&amp;blog=4507136&amp;post=1&amp;subd=ppkiatarakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppkiatarakan.wordpress.com/2008/08/14/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c24bc008def4167f844c4c9d524f277a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ppkiatarakan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
